Rabu, 18 Mei 2011

Materi Sosiolinguistik


Materi 2 : Ranah Sosiolinguistik

A.                Definisi
Linguistik merupakan bidang kajian yang menjadikan bahasa sebagai objek kajian. Linguistik terbagi menjadi dua yaitu linguistik mikro yang mempelajari struktur internal bahasa dan linguistik makro yang mempelajari struktur eksternal bahasa. Linguistik makro mengarahkan kajiannya pada hubungan bahasa dengan faktor – faktor di luar bahasa karena bahasa merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangat luas. Karena itu, cabang linguistik makro menjadi sangat banyak salah satu diantaranya adalah sosiolinguistik.                            
Istilah sosiolinguistik ini muncul pada tahun 1952 dalam karya Haver C. Currie yang merupakan gabungan dari kata sosiologi dan linguistik. Sosiologi adalah kajian yang objektif dan ilmiah mengenai manusia dalam masyarakat dan mengenai lembaga – lembaga serta proses sosial yang terjadi dalam masyarakat. Sedangkan linguistik adalah ilmu bahasa atau bidang yang menjadikan bahasa sebagai objek kajian. Sebagai objek dalam sosiolinguistik, bahasa tidak dilihat atau didekati sebagai bahasa melainkan dilihat dan didekati sebagai sarana interaksi atau komunikasi di dalam masyarakat manusia (Chaer, 2004: 3).
·         Sosiolinguistik adalah ilmu tata bahasa yang digunakan di dalam interaksi sosial; cabang linguistik tentang hubungan dan saling pengaruh antara perilaku bahasa dan perilaku sosial (KBBI, 2008 : 1332).
·         Sosiolinguistik adalah bidang ilmu antardisiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa itu di dalam masyarakat (Chaer, 2004:2).
·         Menurut sejumlah ahli (Wardaugh, 1986, Holmes, 1995) sosiolinguistik adalah cabang ilmu bahasa yang berusaha menerangkan korelasi anatar perwujudan struktur atau elemen bahasa dengan faktor – faktor sosiokultural pertuturannya…(Dalam Wijana, 2010: 11).

·         Kridalaksana mengatakan :”Sosiolinguistik yaitu cabang linguistik yang berusaha untuk menjelaskan ciri – ciri variasi bahasa dan menetapkan korelasi ciri – ciri variasi bahasa tersebut dengan ciri – ciri sosial (dalam Pateda, 1987: 2).

B.                 Ruang Lingkup
Sosiolinguistik dibagi mejadi dua bagian yaitu :
a.           Mikro sosiolinguistik yang berhubungan dengan kelompok kecil, misalnya sistem tegur sapa.
b.          Makro sosiolinguistik yang berhubungan dengan maslaha perilaku bahasa dan struktur sosial.
Ada beberapa makna sosiolinguistik, dapat digolongkan ke dalam persoalan pokok, seperti :
a.           Tentang profil sosiolinguistik, yaitu bagaimana keanekaragaman bahasa mencerminkan keanekaragaman sosial yang biasanya bersifat statistik.
b.          Dinamika sosiolinguistik yang diusahakan dengan mencari ciri – cirinya terhadap berbagai jenis situasi sosiolinguistik yang mencakup bidang pemakaian, sikap bahasa, proses – proses sosiolinguistik, penelitian - penelitian tentang bahasa.
Sedangkan yang tidak merupakan persoalan pokok ialah :
a.           masalah perubahan bahasa
b.          masalah bahasa kanak – kanak
c.           relativisme bahasa.








C.                Masalah – masalah Sosiolinguistik
Pada 1964, dalam konferensi sosiolinguistik yang pertama telah dirumuskan tujuh dimensi dalam penelitian sosiolinguistik yang merupakan masalah dalam sosiolinguistik, yaitu :
  1. identitas sosial penutur;
  2. identitas sosial dari pendengar yang terlibat;
  3. lingkungan sosial tempat peristiwa tutur;
  4. analisis sinkronik dan diakronik dari dialek – dialek sosial;
  5. penilaian sosial yang berbeda oleh penutur terhadap perilaku bentuk – bentuk ujaran;
  6. tingkatan variasi dan ragam linguistik; dan
  7. penerapan praktis dari penelitian sosiolinguistik.
Menurut Nababan (dalam Aslinda, 2007: 7) ada masalah lain yang intinya hampir sama dengan masalah tersebut,yaitu :
a.           bahasa, dialek, idiolek, dan ragam bahasa,
b.          repertoire bahasa (repertoire: kemampuan berkomunikasi yang dimiliki oleh penutur),
c.           masyarakat bahasa,
d.          kedwibahasaan atau kegandaan,
e.           fungsi masyarakat bahasa dan profil sosiolinguistik,
f.           penggunaan bahasa/ etnografi berbahasa,
g.          sikap bahasa,
h.          perencanaan bahasa,
i.            interaksi sosiolinguistik, serta
j.            bahasa dan kebudayaan.






D.                Tujuan dan Manfaat
Tujuan kita mempelajari sosiolinguistik, agar kita dapat memahami lebih jauh tentang pemakaian bahasa, keanekaragaman bahasa karena diversifikasi pemakai bahasa dan tingkat sosial pemakai bahasa, sikap berbahasa, serta loyalitas keutuhan bahasa. Dengan mempelajari sosiolinguistik, selain untuk menambah wawasan kita dalam linguistik juga dapat menumbuhkan kesadaran berbahasa yang baik dan menjaga uniformitas bahasa.
Setiap ilmu pengetahuan, tentu mempunyai manfaat dalam kehidupan kita, begitu juga sosiolinguistik. Manfaat sosiolinguistik sangat banyak karena bahasa sebagai objek kajiannya merupakan alat komunikasi verbal manusia yang mempunyai aturan – aturan tertentu. Manfaat dari pengetahuan sosiolinguistik dalam berkomunikasi, antara lain :
a.           Memberikan pedoman kepada kita dalam berkomunikasi dengan menunjukkan bahasa, ragam bahasa, atau gaya bahasa apa yang kita gunakan jika kita berbicara dengan orang tertentu, dan di tempat – tempat tertentu pula.
b.          Dalam pengajaran, sosiolinguistik bermanfaat dalam menjelaskan penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa dan kaidah sosial.
c.           Sosiolinguistik juga dapat memberi sumbangan dalam mengatasi ketegangan politik akibat persoalan pemilihan bahasa nasional di negara – negara multilingual.










Materi I Pendahuluan

A.                                        Pengertian Sosiolinguistik
Sosiolinguistik : Sosiologi + Linguistik. Sosiologi adalah bidang kajian yang objektif dan ilmiah mengenai manusia dan proses sosialnya. Linguistik adalah bidang kajian yang menjadikan bahasa sebagai objeknya. Jadi, sosiolinguistik adalah bidang ilmu yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dg penggunaan bahasa itu di dalam masyarakat
l   Sosiolinguistik adalah ilmu tata bahasa yang digunakan di dalam interaksi sosial; cabang linguistik tentang hubungan dan saling pengaruh antara perilaku bahasa dan perilaku sosial (KBBI, 2008 : 1332).
l   Kridalaksana mengatakan :”Sosiolinguistik yaitu cabang linguistik yang berusaha untuk menjelaskan ciri – ciri variasi bahasa dan menetapkan korelasi ciri – ciri variasi bahasa tersebut dengan ciri – ciri sosial (dalam Pateda, 1987: 2).

B.        Kedudukan Sosiolinguistik
Sosiolinguistik adalah bagian dari linguistik makro yaitu bidang kajian linguistik yang mengarahkan kajiannya pada hubungan bahasa dengan faktor – faktor di luar bahasa karena bahasa merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangat luas.
l    Sosiolinguistik dibagi mejadi dua bagian yaitu :
1.                  Mikro sosiolinguistik yang berhubungan dengan kelompok kecil, misalnya sistem tegur sapa.
2.                  Makro sosiolinguistik yang berhubungan dengan maslaha perilaku bahasa dan struktur sosial.
l    Tujuan Sosiolinguistik adalah agar kita dapat memahami lebih jauh tentang pemakaian bahasa, keanekaragaman bahasa karena diversifikasi pemakai bahasa dan tingkat sosial pemakai bahasa, sikap berbahasa, serta loyalitas keutuhan bahasa.
l    Manfaat Sosiolinguistik
1.                  Memberikan pedoman kepada kita dalam berkomunikasi dengan menunjukkan bahasa, ragam bahasa, atau gaya bahasa apa yang kita gunakan jika kita berbicara dengan orang tertentu, dan di tempat – tempat tertentu pula.
2.                  Dalam pengajaran, sosiolinguistik bermanfaat dalam menjelaskan penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa dan kaidah sosial.
3.                  Sosiolinguistik juga dapat memberi sumbangan dalam mengatasi ketegangan politik akibat persoalan pemilihan bahasa nasional di negara – negara multilingual.

C.        Masalah – Masalah Sosiolinguistik
Masalah dalam sosiolinguistik, yaitu :
1.                  Identitas sosial penutur;
2.                  Identitas sosial dari pendengar yang terlibat;
3.                  Lingkungan sosial tempat peristiwa tutur;
4.                  Analisis sinkronik dan diakronik dari dialek – dialek sosial;
5.                  Penilaian sosial yang berbeda oleh penutur terhadap perilaku bentuk – bentuk ujaran;
6.                  Tingkatan variasi dan ragam linguistik; dan
7.                  Penerapan praktis dari penelitian sosiolinguistik.

D.        Metodologi Sosiolinguistik
Metode linguistik dalam sosiolinguistik digunakan untuk memerikan atau mendeskripsikan bentuk-bentuk bahasa beserta unsur-unsurnya. Bentuk dan unsur bahasa diperikan menggunakan metode analisis linguistik dan digambarkan dengan tanda-tanda fonetik atau fonemik.
Metode sosiologi dengan pengamatan atau observasi dan pengumpulan data melalui wawancara atau kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data di masyarakat. Analisis untuk mendapatkan pola-pola umum dalam tindak berbahasa dapat menggunakan metode statistik dari sosiologi.
SOAL  BAB 1
1.                  Apa pengertian dan ruang lingkup ilmu sosiolinguistik ?
2.                  Sebutkan manfaat dan tujuan dari ilmu sosiolinguistik?
3.                  Hal – hal apa saja yang dikaji oleh ilmu sosiolinguistik ?
4.                  Jelaskan latar belakang terbentuknya ilmu sosiolinguistik?
5.                  Bagaimana metode penelitian yang digunakan ilmu sosiolinguistik dalam pengkajian ?

Materi II Bahasa

A.            Pengertian Bahasa
Menurut Kridalaksana (1983) bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri.

B.                 Hakikat Bahasa
Beberapa ciri atau sifat yang hakiki dari bahasa antara lain :
·                     Bahasa adalah system
·                     Bahasa adalah vokal atau bunyi ujaran
·                     Bahasa adalah wujud lambang atau simbol
·                     Bahasa bersifat arbitrer
·                     Bahasa itu berrmakna
·                     Bahasa itu konvensional
·                     Bahasa itu unik
·                     Bahasa bersifat universal
·                     Bahasa bersifat produktif
·                     Bahasa itu bervariasi
·                     Bahasa itu bersifat dinamis
·                     Bahasa itu manusiawi
·                     Bahasa merupakan identitas penuturnya.
C.                Fungsi Bahasa
Fungsi bahasa
Ø   Berdasarkan segi penutur, bahasa berfungsi personal atau pribadi
Ø   Berdasarkan segi pendengar, bahasa berfungsi direktif atau mengatur tingkah laku.
Ø   Berdasarkan  segi kontak antara penutur dan pendengar, bahasa berfungsi fatik.
Ø   Berdasarkan segi topik dan ujaran, bahasa itu berfungsi referensial
Ø   Berdasarkan segi kode yang digunakan, bahasa berfungsi metalingual
Ø   Berdasarkan segi amanat, bahasa berfungsi imaginative

SOAL BAB 2
1)                  Jelaskan pengertian bahasa menurut Kridalaksana!
2)                  Sebutkan 5 ciri bahasa yang menunjukkan bahwa bahasa itu sebuah alat komunikasi!
3)                  Apa fungsi dari bahasa selain alat komunikasi?
4)                  Bagaiamana hubungan bahasa dengan ilmu lain, seperti ilmu budaya?
5)                  Menurut anda, bagaimana cirri bahasa yang baik?

Materi III Verbal Repertoire,
Masyarakat bahasa, Peristiwa Tutur, Variasi Bahasa

A.                Verbal Repertoire
Verbal repertoire adalah semua bahasa beserta ragam – ragamnya yang dimiliki atau dikuasai seorang penutur.

B.                 Masyarakat Bahasa
Masyarakat bahasa adalah sekumpulan manusia yang menggunakan sistem isyarat bahasa yang sama.

C.                Peristiwa Tutur
Peristiwa tutur adalah berlangsungnya atau terjadi interaksi linguistik dalam suatu ujaran atau lebih, yang melibatkan dua pihak yakni penutur dan mitra tutur dengan satu pokok tuturan dalam waktu, tempat dan situasi tertentu.
Delapan komponen dalam peristiwa tutur, adalah Setting (waktu dan tempat), Participant (pihak – pihak yang terlibat dalam pertuturan), Ends(tujuan), Act (tujuan), Key (nada, cara penyampaian pesan), Instrumentalities (jalur yang digunakan : lisan/tulisan), Norms of Interaction and Interpretation(norma/aturan dalam berinteraksi), Genre (bentuk penyampaian: narasi, puisi, do’a, dll).

D.                Tindak Tutur
Tindak tutur adalah produk atau hasil dari suatu kalimat dalam kondisi tertentu dan merupakan kesatuan terkecil dari interaksi lingual. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa tindak tutur adalah sepenggal tuturan yang dihasilkan sebagai bagian terkecil dalam interaksi lingual. Tindak tutur dapat berwujud pernyataan, pertanyaan, dan perintah. Dalam pemilihan tindak tutur, bergantung pada beberapa faktor, yaitu :
1)                  dengan bahasa apa ia harus bertutur
2)                  kepada siapa ia harus menyampaikan tuturannya
3)                  dalam situasi bagaimana tuturan itu disampaikan, dan
4)                  kemungkinan – kemungkinan struktur mana yang ada dalam bahasa yang digunakannya.

E.                 Situasi Tutur
Situasi tutur adalah situasi ketika tuturan dapat dilakukan dan dapat pula tidak dilakukan, situasi tidak murni komunikatif dan tidak mengatur adanya aturan berbicara, tetapi mengacu pada konteks yang menghasilkan aturan berbicara. Sebuah peristiwa tutur terjadi dalam satu situasi tutur dan peristiwa itu mengandung satu atau lebih tindak tutur.


F.                 Variasi Bahasa
Variasi bahasa adalah bentuk – bentuk bagian atau varian dalam bahasa yang masing – masing memiliki pola yang menyerupai pola umum. Variasi bahasa dibedakan berdasarkan penuturnya, pemakainya, keformalan, dan sarana.

SOAL BAB 3
a.                   Jelaskan pengertian dari :
·                     Verbal Repertoire
·                     Masyarakat tutur
·                     Peristiwa tutur
·                     Variasi bahasa
b.                   Sebutkan faktor – faktor yang mempengaruhi pemilihan tindak tutur?
c.                   Jelaskan hubungan antara peristiwa tutur dan tindak tutur?
d.                  Sebutkan faktor – faktor penyebab variasi bahasa?
e.                    Bagaimana hubungan masyarakat tutur dan variasi bahasa?  


Materi IV Kedwibahasaan, Diglosia, dan
Kaitan  Kedwibahasaan dan Diglosia

A.                Kedwibahasaan
Kedwibahasaan adalah penggunaan dua bahasa atau dua kode bahasa. Dalam sosiolinguistik, kedwibahasaan adalah penggunaan dua bahasa oleh seorang penutur dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian. Orang yang dapat menggunakan dua bahasa disebut dwibahasawan atau bilingual. Sedangkan kemampuan untuk menggunakan dua bahasa disebut kedwibahasaan atau bilingualitas.



B.                 Diglosia
Kata Diglosia berasal dari bahasa Prancis ‘diglossie’ . Diglosia adalah suatu situasi kebahasaan yang relatif stabil, dimana selain terdapat sejumlah dialek – dialek utama (ragam – ragam utama) dari satu bahasa terdapat juga sebuah ragam lain. Topik – topik yang digunakan dalam diglosia, yaitu
Ø   Fungsi
Ø   Prestise
Ø   Warisan sastra
Ø   Pemerolehan
Ø   Standardisasi
Ø   Stabilitas
Ø   Gramatika
Ø   Leksikon
Ø   Fonologi.

C.                Kaitan Kedwibahasaan dan Diglosia
Kedwibahasaan adalah keadaan penggunaan dua bahasa secara bergantian dalam masyarakat. Sedangkan diglosia sebagai pembedaan fungsi atas penggunaan bahasa (terutama fungsi T dan R). Sehingga dalam menggunakan dua bahasa kita bisa membedakan fungsi T dan R suatu bahasa sesuai dengan situasi pembicaraan, dan lawan bicara.

SOAL BAB 4
a)                  Jelaskan pengertian kedwibahasaan atau bilingualisme ?
b)                  Faktor penyebab seseorang menjadi dwibahasawan?
c)                  Secara pribadi sebutkan kelebihan dan kelemahan dari seorang dwibahasawan?
d)                 Apa yang dimaksud dengan diglosia?
e)                  Perbedaan kedwibahasaan dan diglosia?


Materi V Alih Kode dan Campur Kode

A.                Alih Kode
Alih kode adalah gejala peralihan pemakaian bahasa yang terjadi karena situasi dan terjadi antarbahasa serta antarragam dalam satu bahasa. Faktor – faktor penyebab terjadinya alih kode antara lain :
a.                   siapa yang berbicara
b.                  dengan bahasa apa
c.                   kepada siapa
d.                  kapan
e.                   dengan tujuan apa.
Secara umum, penyebab terjadinya alih kode adalah :
1.                  pembicara / penutur
2.                  pendengar / lawan tutur
3.                  perubahan situasi dengan hadirnya orang ketiga
4.                  perubahan formal ke informal
5.                  perubahan topic pembicaraan.
Alih kode terbagi atas dua macam, yaitu alih kode internal( terjadi antarragam bahasa sendiri) dan alih kode eksternal (alih kode antar bahasa sendiri dan bahasa asing).

B.                 Campur Kode
Campur kode adalah penggunaan klausa – klausa maupun frase – frase campuran yang masing – masing klausa dan frase tersebut tidak lagi mendukung fungsi sendiri – sendiri di dalam suatu peristiwa tutur. Ciri yang menonjol dalam campur kode ini ialah kesantaian atau situasi informal.





SOAL BAB 5
1.                  Jelaskan pengertian  alih kode?
2.                  Sebutkan faktor – faktor penyebab alih kode?
3.                  Sebutkan jenis – jenis alih kode?
4.                  Apa yang dimaksud dengan campur kode?
5.                  Sebutkan perbedaan alih kode dan campur kode?

Materi VI Interferensi dan Integrasi

A.                Interferensi
Interferensi adalah penyimpangan – penyimpangan dari norma – norma salah atu bahasa yang terjadi dalam tuturan para dwibahasawan sebagai akibat sari pengenalan mereka lebih dari satu bahasa, yaitu sebagai hasil dari kontak bahasa. Singkatnya, interferensi adalah adanya saling pengaruh antarbahasa. Interferensi dibedakan ke dalam beberapa jenis, yaitu ;
a)      Pemindahan unsur dari satu bahasa ke bahasa lain
b)      Perubahan fungsi dan kategori unsur karena proses pemindahan
c)      Penerapan unsur – unsur yang tidak berlaku pada bahasa kedua ke dalam bahasa pertama
d)     Pengabaian struktur bahasa kedua karena tidak terdapat padanannya dalam bahasa pertama.
Suwito (dalam Aslinda, 2010) Interferensi dapat terjadi dalam semua komponen kebahasaan, yaitu :
a)      Interferensi dalam bidang fonologi
b)      Interferensi dalam bidang leksikal
c)      Interferensi dalam bidang gramatikal





B.                 Integrasi
Integrasi adalah unsur – unsur bahasa lain yang digunakan dalam bahasa tertentu dan dianggap sudah menjadi warga bahasa tersebut. Tidak dianggap lagi sebagai unsur pinjaman atau pungutan.
Penyerapan unsur asing dalam rangka pengembangan bahasa Indonesia bukan hanya dengan penyesuaian lafal dan ejaan, tetapi banyak pula yang dilakukan dengan cara (1) penerjemahan langsung, dan (2) penerjemahan konsep. Kalau sebuah kata serapan sudah ada pada tingkat integrasi, maka artinya kata serapan itu sudah disetujui dan converged into the new language. Karena itu, proses yang terjadi dalam integrasi lazim disebut konvergensi.
Ada beberapa kemungkinan yang akan tejadi pada bahasa resepien akibat terjadinya peristiwa interferensi dan integrasi, yaitu :
a.                   Bahasa resepien tidak mengalami pengaruh apa – apa yang sifatnya mengubah sistem apabila tidak ada kemungkinan untuk mengadakan pembaharuan atau pengembangan di dalam bahasa resepien itu.
b.                  Bahasa resepien mengalami perubahan sistem, baik dalam subsistem fonologi, morfologi, sintaksis, dan subsistem lainnya.
c.                   Kedua bahasa yang bersentuhan itu sama – sama menjadi donor dalam pembentukan alat komunikasi verbal baru yang disebut dengan istilah pijin.

Pijin adalah alat kominikasi verbal yang terbentuk dari dua bahasa atau lebih yang berkontak dalam satu masyarakat, mungkin kosakatanya diambil dari bahasa yang satu, dan struktur bahasanya diambil dari bahasa lain. Pijin digunakan untuk alat komunikasi yang sifatnya cepat, terutama untuk keperluan perdagangan[1]. Kreol adalah perkembangan lebih lanjut dari pijin, yaitu bahasa yang digunakan oleh generasi kedua atau ketiga pengguna bahasa pijin (karena mereka tidak menguasai bahasa asli leluhurnya).


SOAL BAB 6
1)                  Jelaskan pengertian dari interferensi?
2)                  Faktor yang menyebabkan interferensi?
3)                  Sebutkan jenis – jenis interferensi?
4)                  Apa yang dimaksud dengan intergrasi?
5)                  Syarat – syarat sebuah bahasa yang mengalami integrasi?
6)                  Akibat dari interferensi dan integrasi pada bahasa resipien?

Materi VII Perencaan Bahasa

Pengantar
Dalam negara – negara yang multilingual, multirasional, dan multicultural, untuk menjamin kelangsungan komunikasi kebangsaan perlu dilakukan suatu perencanaan bahasa yang dimulai dengan kebijaksanaan bahasa. Multilingual adalah adanya dan digunakannya banyak bahasa dengan berbagai ragamnya di dalam wilayah negara itu secara berdampingan, entah digunakan secara terpisah oleh masing – masing ras maupun digunakan secara bergantian. Multirasional adalah terdapatnya etnis yang berbeda, yang biasanya dapat dikenali dari cirri – cirri fisik tertentu atau dari bahasa atau budaya yang melekat pada etnis tersebut. Multicultural adalah terdapatnya berbagai budaya, adat istiadat, dan kebiasaan yang berbeda dari penduduk yang mendiami negara tersebut. Negara – negara yang multilingual, multirasional, multicultural tersebut memerlukan adanya kebijaksanaan bahasa, agar masalah pemilihan atau penentuan bahasa tertentu sebagai alat komunikasi di dalam Negara itu tidak menimbulkan gejolak politik yang pada gilirannya dapat menggoyahkan kehidupan bangsa di Negara tersebut.





     
A.                Kebijaksanaan Bahasa
Berdasarkan rumusan dalam seminar Politik Bahasa Nasional (1975) maka kebijaksanaan bahasa dapat diartikan sebagai suatu pertimbangan konseptual dan politis yang dimaksudkan untuk dapat memberikan perencanaan, pengarahan, dan ketentuan – ketentuan yang dapat dipakai sebagai dasar bagi pengolahan keseluruhan masalah kebahasaan yang dihadapi oleh suatu bangsa secara nasional. Jadi, kebijaksanaan bahasa merupakan satu pegangan yang bersifat nasional, untuk kemudian membuat perencanaan bagaimana cara membina dan mengembangkan satu bahasa sebagai alat komunikasi verbal yang dapat digunakan secara tepat di seluruh Negara, dan dapat diterima oleh segenap warga yang secara lingual, etnis, dan kultur yang berbeda.
            Berdasarkan uraian tersebut, kebijaksanaan bahasa merupakan usaha kenegaraan suatu bangsa untuk menentukan dan menetapkan dengan tepat fungsi dan status bahasa atau bahasa – bahasa yang ada di negara tersebut, agar komunikasi kenegaraan dan kebangsaan dapat berlangsung dengan baik. Kebijaksanaan bahasa juga memberi pengarahan terhadap pengolahan materi bahasa itu yang biasa disebut korpus data yang menyangkut semua komponen bahasa. Lalu, masalah kebahasaan yang ditemukan dalam menetapkan kebijaksanaan harus segera dirumuskan dalam bentuk perencanaan bahasa.
 
B.                 Perencanaan Bahasa
Istilah perencanaan bahasa mulai digunakan oleh Haugen (1959) pengertian usaha untuk membimbing perkembangan bahasa ke arah yang diinginkan oleh para perencana. Lalu pada 1971, Jernudd dan Das Gupta mengatakan perencanaan bahasa adalah kegiatan politis dan administrative untuk menyelesaikan persoalan bahasa di dalam masyarakat. Istilah yang digunakan oleh Alisjahbana untuk perencanaan bahasa adalah language engineering. Language engineering adalah pengembangan bahasa yang teratur di dalam konteks perubahan social, budaya, dan teknologi yang lebih luas berdasarkan perencanaan yang cermat.

Masalah language engineering yang penting adalah
a)                  Pembakuan bahasa,
b)                  Pemodern bahasa, dan
c)                  Penyediaan alat perlengkapan.
Istilah lain dari perencanaan bahasa ini yaitu glottopolitics (penerapan linguistik pada kebijaksanaan pemerintah dalam penentuan sarana komunikasi yang paling cocok) dan language reform.
            Dari berbagai pengertian yang telah diuraikan, dapat kita lihat sasaran dari perencanaan bahasa, yaitu :
(1)               Pembinaan dan pengembangan bahasa yang direncanakan,
(2)               Khalayak di dalam masyarakat yang diharapkan akan menerima dan menggunakan saran yang diusulkan dan ditetapkan.

SOAL BAB 7
a.                   Apa yang dimaksud dengan multirasional, multilingual, dan multikultural?
b.                  Jelaskan pengertian dari kebijaksanaan bahasa?
c.                   Definisi dari perencanaan bahasa adalaha?
d.                  Sasaran perencanaan bahasa?
e.                   Peran kebijaksanaan bahasa dalam perencanaan bahasa untuk bangsa yang multirasional, multilingual, dan multikultural ?

Materi VIII Pendidikan dan Pengajaran Bahasa

Pengantar
Istilah pendidikan dan pengajaran tidak dapat dipisahkan, karena keduanya mengacu pada suatu proses yang mengubah sikap dan kemampuan seorang peserta didik menjadi lebih baik setelah dia mengalami atau mengikuti proses itu. Pendidikan lebih tertuju pada pengubahan sikap pribadi yang lebih baik. Sedangkan pengajaran lebih tertuju pada pengubahan pengetahuan dan keterampilan.

Variabel Pembelajaran Bahasa
Proses belajar mengajar tidak akan terjadi apabila hanya dilakukan sendiri, tetapi ada unsur – unsur yang melakukan dan dilakukan serta dicapai dalam proses tersebut. Unsur – unsur tersebut, adalah :
f.               Murid
g.              Guru
h.              Bahan pelajaran
i.                    Tujuan pengajaran
Selain unsur – unsur itu, ada faktor lain yang juga menentukan keberhasilan belajar bahasa. Faktor – faktor itu sering disebut dengan asas – asas belajar, yang dikelompokkan menjadi dua, yaitu asas yang bersifat psikologis anak didik dan yang bersifat materi linguistik.

Asas Psikolinguistik
·                     Motivasi
·                     Pengalaman sendiri
·                     Keingintahuan
·                     Pemecahan masalah
·                     Analisis sintetis
·                     Perbedaan Individual

Asas Materi Linguistik : Materi dan Metodik
Dalam memberikan materi, seorang guru perlu menentukan metode yang tepat dalam menyampaikan materi tersebut sehingga dapat dipahami oleh siswa. Secara umum, ada beberapa langkah dalam menyampaikan materi belajar, dalam Chaer (2009) disebut asas materi dan metodik , yaitu :

§     Mudah menuju susah
§     Sederhana menuju kompleks
§     Dekat menuju jauh
§     Pola menuju unsur
§     Penggunaan menuju pengetahuan
§     Masalah bukan kebiasaan
§     Kenyataan bukan buatan

Jadi, dalam proses belajar mengajar banyak faktor yang menentukan keberhasilan dalam pencapaian tujuan pengajaran. Tidak hanya dari gurunya atau siswanya saja tetapi juga media atau sarana dalam pengajaran juga, termasuk bahasa sebagai alat komunikasi. 

Tujuan Pengajaran Bahasa
Tujuan orang belajar bahasa berbeda – beda. Ada yang belajar untuk mengerti suatu bahasa, ada yang belajar untuk memahami isi bacaan, ada yang belajar untuk berkomunikasi, dan ada yang belajar untuk sekedar gengsi. Tapi, dalam pengajaran bahasa tujuan itu harus lebih konkrit dan masuk akal, karena tujuan tersebut merupakan dasar dari pengajaran bahasa yang harus dicapai.
Tujuan pengajaran bahasa harus dikaitkan dengan tujuan pendidikan nasional, tujuan institusional, status politis bahasa yang dipelajari, dan fungsi – fungsi bahasa yang diperlukan.
a)      Tujuan pendidikan nasional di Indonesia adalah membentuk manusia pancasila seutuhnya.
b)      Tujuan institusional adalah tujuan yang harus dicapai dalam lembaga – lembaga kependidikan tertentu.
Tujuan pendidikan nasional berlaku secara nasional dan diharapkan dapat diikutsertakan pemberiannya dalam semua jenjang pendidikan dan semua mata pelajaran termasuk mata pelajaran bahasa. Tujuan pendidikan / pengajaran Bahasa Indonesia, dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.                  Pendidikan/Pengajaran Bahasa Indonesia (BI) pada tingkat SD : agar para siswa dapat bernalar, berkomunikasi, dan menyerap/menyampaikan kebudayaan dalam BI; pada tingkat SM : agar siswa dapat bernalar, berinteraksi, dan menyerap ilmu dalam BI; sedangkan pada tingkat PT : agar siswa dapat bernalar, dan menyerap serta menyampaikan kebudayaan dalam BI.
2.                  Pendidikan/ Pengajaran Bahasa Daerah (BD) pada tingkat SD dan SM : agar siswa dapat melakukan interaksi dengan menggunakan BD.
3.                  Pendidikan/Pengajaran Bahasa Asing (BA) pada tingkat SM : agar siswa dapat berinteraksi dengan menggunakan BA; pada tingkat PT : agar siswa dapat bernalar, berinteraksi, dan menerima atau menyerap kebudayaan dalam BA, dan atau juga menyampaikannya.
  
Pengajaran Bahasa Kedua
Untuk negara multilingual, tentu ada pengajaran bahasa kedua (selain bahasa ibu). Bahasa kedua tersebut bisa berupa bahasa nasional, bahasa daerah, atau juga bahasa asing. Pengajaran bahasa kedua di Indonesia secara formal dimulai ketika anak memasuki pendidikan dasar untuk bahasa nasional dan ketika anak memasuki pendidikan menengah untuk bahasa asing.   

Pragmatik dan Pengajaran Bahasa
Pragmatik merupakan salah satu pokok bahasan yang harus diberikan dalam pengajaran bahasa karena pragmatik adalah keterampilan menggunakan bahasa menurut partisipan, topik pembicaraan, tujuan pembicaraan, situasi dan tempat berlangsungnya pembicaraan itu hal tersebut identik dengan masalah pokok yang dibahas dalam sosiolinguistik. 
Secara sosiolinguitik “materi” yang ada di dalam konsep pragmatik memang sudah seharusnya diajarkan kepada murid agar mereka dapat menggunakan bahasa sesuai dengan yang menjadi interlokutornya, topik pembicaraan, situasi, dan tempat pembicaraan, tujuan pembicaraan dan sarana yang digunakan.

SOAL BAB 8
a)                  Pengertian pendidikan bahasa dan pengajaran bahasa?
b)                  Menurut anda, apa tujuan dari pengajaran bahasa yang sesuai dengan tujuan nasional?
c)                  Pentingkah pengajaran bahasa untuk anak – anak?
d)                 Sebutkan tujuan pengajaran bahasa kedua?
e)                  Sebutkan manfaat pengajaran bahasa kedua?

DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2004. Sosiolinguistik : Perkenalan Awal. Jakarta : Rineka Cipta

Aslinda dan Leni Syafyahya. 2010. Pengantar Sosiolinguistik. Bandung : Refika Aditama

Pateda, Mansoer. 1987. Sosiolinguistik. Bandung : Angkasa

Wijana, I Dewa Putu dan Mohammad Rohmadi. 2010. Sosiolinguistik : Kajian Teori dan Analisis.   Yogyakarta : Pustaka Pelajar










[1] Pijin tidak mempunyai penutur asli.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar