Rabu, 18 Mei 2011

Kalimat


A.   Pengertian Kalimat
Dalam KBBI (2008) kalimat merupakan satuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan; perkataan; satuan bahasa yang relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual maupun potensial terdiri atas klausa. Kalimat adalah satuan gramatikal dalam wujud lisan maupun tulisan yang mengungkapkan pikiran. Umumnya, kalimat berupa kelompok kata tetapi tidak semua kelompok kata adalah kalimat dan banyak kalimat yang hanya terdiri dari atas satu kalimat.

B.   Unsur – Unsur Pembentuk  Kalimat
Yang dimaksud kelompok kata, pada pengertian di atas bisa saja berupa frase ataupun klausa. Dalam ragam lisan selain kata – kata, kalimat juga terdiri unsur – unsur suprasegmental.
1.      Kata
2.      Frase
3.      Klausa
4.      Unsur Suprasegmental : intonasi, jeda, nada, dan tempo.

C.   Struktur Kalimat
Struktur kalimat diisi oleh unsur – unsur yang sifatnya relatif tetap, yang memiliki fungsi berbeda dalam kalimat. Unsur – unsur tersebut adalah
1.      Subjek  adalah unsur yang berfungsi sebagai pokok pembicaraan suatu kalimat yang diisi oleh kata atau frase benda baik konkret ataupun abstrak.
2.      Predikat  unsur kalimat yang berfungsi menjelaskan subjek. Predikat memiliki fungsi yang sangat penting dalam sebuah kalimat, karena tanpa predikat makna sebuah kalimat menjadi tidak jelas.
3.      Objek dan Pelengkap  merupakan fungsi kalimat yang letaknya di belakang predikat.


4.      Keterangan adalah unsur yang fungsinya menerangkan seluruh fungsi yang ada dalam suatu kalimat.
a)      Ciri – Ciri Keterangan
·         Bersifat manasuka (arbitrer)
·         Letaknya bebas
·         Umumnya, didahului oleh kata depan seperti : di, dari, ke, ketika, tentang
b)     Jenis Keterangan
·         Keterangan waktu
·         Keterangan tempat
·         Keterangan tujuan
·         Keterangan cara
·         Keterangan penyerta
·         Keterangan alat
·         Keterangan similatif
·         Keterangan penyebaban
·         Keterangan kesalingan


D.   Jenis – Jenis  Kalimat
1.      Kalimat Sederhana dan Kalimat Kompleks
a.      Kalimat Sederhana adalah kalimat yang dibentuk oleh fungsi – fungsi pokok yang belum mengalami perluasan. Kalimat ini disebut juga kalimat inti. Contoh : anak – anak bermain petak umpet.
b.      Kalimat Kompleks adalah kalimat yang telah mengalami perluasaan, yang dapat terdiri atas satu klausa maupun dua klausa. Kalimat kompleks sering disebut kalimat luas. Contoh : anak – anak suka sekali bermain petak umpet di halaman rumahku.



2.      Kalimat Minor dan Kalimat Mayor
a.      Kalimat Minor  adalah kalimat yang memiliki satu unsur pusat, berupa predikat. Kalimat ini sering digunakan sebagai jawaban atas pertanyaan, sebagai perintah, ataupun seruan. Contoh : Pulanglah !!
b.      Kalimat Mayor adalah kalimat yang mengandung minimal dua unsur kalimat atau lebih. Contoh : Dia suka tidur.

3.      Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif
a.      Kalimat Aktif adalah kalimat yang predikatnya melakukan suatu pekerjaan. Ciri dari kalimat aktif, predikat kalimatnya selalu berawalan meN- dan ber-, tetapi tidak semua predikat kalimat aktif berimbuhan misalnya, makan, minum, dan duduk. Contoh : Ibu duduk di teras sambil membaca buku.
b.      Kalimat Pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan, predikat pada kalimat pasif berawalan di- atau ke-. Contoh : adik terjatuh dari ayunan.

4.      Kalimat Langsung dan Kalimat Tak Langsung
a.      Kalimat Langsung adalah kalimat yang secara langsung menirukan apa yang diujarkan orang. Contoh : “Apa kabar, Heni?” Tanya kakek Usman 
b.      Kalimat Tak Langsung adalah kalimat yang, melaporkan apa yang diujarkan orang. Contoh : Kakek Usman menanyakan kabar Heni. 

5.      Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk
a.      Kalimat Tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu pola kalimat atau satu klausa. Contoh : Ayah pergi ke kantor.
b.      Kalimat Majemuk  adalah kalimat yang terdiri atas dua pola kalimat atau dua klausa atau lebih. Kalimat majemuk terbagi menjadi :
-          Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang hubungan antara unsur – unsurnya setara atau sederajat. Contoh : Ibu memasak di dapur, dan ayah menebangi dahan pohon yang menutupi atap rumah.


-          Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang hubungan antara unsur – unsurnya tidak setara karena salah satu unsurnya ada yang menjadi induk kalimat, sedangkan kalimat lain menjadi anak kalimat.
-          Kalimat majemuk campuran adalah gabungan antara kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat. Dalam kalimat majemuk campuran terdapat tiga kalimat inti atau tiga klausa.

6.      Kalimat Berklausa dan Kalimat Tak Berklausa
a.      Kalimat Berklausa adalah kalimat yang terdiri dari satuan yang berupa klausa yang terdiri atas subjek dan predikat, dapat juga disertai objek, pelengkap dan keterangan. Contoh : Sekolah itu menerima subsidi dari pemerintah.
b.      Kalimat Tak Berklausa adalah kalimat  yang tidak terdiri dari klausa. Contoh : Syukur !!    

7.      Kalimat Efektif
a.      Pengertian
Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi syarat – syarat sebagai berikut :
·         secara tepat mewakili pemikiran pembicara atau penulisnya.
·         mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan penutur atau penulisnya.
·         Pemilihan diksi yang tepat dan penggunaan ejaan yang baik dan benar.
·         Struktur kalimat efektif dan ciri kalimat efektif
b.      Struktur dan Ciri – Ciri Kalimat Efektif
Struktur kalimat efektif, mencakup
·         Struktur umum
·         Struktur periodik
·         Struktur pararel


Kalimat efektif memiliki ciri – ciri sebagai berikut  :
·         Kesatuan
·         Kehematan
·         Penekanan
·         Variasi
Contoh :
Tidak Efektif     : Mereka berkesimpulan bahwa inti dan plasma sel mengalami pembelahan menjadi dua sel anak.
Efektif                : Mereka menyimpulkan bahwa inti dan plasma sel mengalami pembelahan menjadi dua sel anak.

8.      Kalimat Berdasarkan Fungsinya
            Berdasarkan fungsi atau tujuannya, kalimat dibedakan ke dalam lima kelompok, yakni kalimat berita, kalimat perintah, kalimat tanya, kalimat seru, dan kalimat empatik.
1. Kalimat Berita
            Kalimat berita (deklaratif) adalah kalimat yang isinya memberitakan sesuatu kepada pembaca atau pendengar. Pada ragam bahasa lisan, bagian akhir kalimat berita ditandai dengan nada menurun. Sementara itu, pada ragam bahasa tulis, bagian akhir kalimatnya ditandai dengan tanda titik. Dalam penggunaannya, kalimat berita memiliki beragam tujuan, antara lain menyatakan:
a.            Pemberitahuan
         Contoh: Kakak sudah melangsungkan pernikahannya jumat kemarin.
b.            Laporan
Contoh: Seminar ini akan diikuti oleh seribu peserta dari lima kabupaten di Jawa Barat.

c.             Pengharapan
         Contoh: Saya sangat berharap mereka dapat lulus dalam ujian nanti.
d.            Permohonan
         Contoh: Saya mohon Anda dapat memaafkan kesalahan – kesalahan saya.
e.             Perkenalan
         Contoh: Perkenalkan, saya mahasiswa baru di kampus ini.
f.              Undangan
Contoh: Kami mengundang Saudara untuk hadir dalam acara pernikahan putra kami
2. Kalimat Perintah
            Kalimat perintah (imperatif) adalah kalimat yang maknanya memberikan perintah untuk melakukan sesuatu. Dalam bentuk tulis, kalimat perintah seringkali dengan tanda seru meskipun tanda titik bisa pula dipakai. Dalam bentuk lisan, nadanya naik pada akhir kalimat. Ciri – ciri lainnya adalah sebagai berikut:
  1. Kalimat perintah umumnya menggunakan kata kerja taktransitif, yang kadang – kadang disertai dengan penggunaan partikel –lah pada predikatnya.
  2. Untuk menghaluskan kalimat perintah, digunakan kata – kata seperti tolong, coba, dan silakan.
  3. Kalimat perintah yang bermakna larangan, sering didahului dengan kata jangan.
Contoh:
  1. Carilah pekerjaan apa saja!
  2. Tolong kirimkan bingkisan ini kepada orang tuamu!
  3. Jangan membuang sampah sembarangan.



3. Kalimat Tanya
            Kalimat Tanya (introgatif) adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang. Ada lima cara untuk membentuk kalimat Tanya, yaitu:
  1. Dengan menambahkan kata apa (kah).
Contoh: Apakah ayahmu sudah datang?
  1. Dengan membalikkan urutan kata dengan ditambahi partikel –kah.
Contoh: Dia mendapatkan hadiah kemarin.
              Mendapat hadiahkah dia kemarin?
  1. Dengan memakai kata bukan atau tidak.
Contoh: Dia pandai, bukan?
              Kamu mengerti soal ini, (apa) tidak?
  1. Dengan mengubah intonasi kalimat.
Contoh: Dia jadi pergi.
              Dia jadi pergi?
  1. Dengan memakai kata tanya, seperti siapa, kapan, dan mengapa.
Contoh: Dia mencari siapa?                                                                                       
              Kapan dia akan pergi ke Mekah?
              Mengapa dia pergi pagi – pagi sekali?
4. Kalimat Seru
            Kalimat seru (interjektif) adalah kalimat yang mengungkapkan perasaan kagum. Karena rasa kagum berkaitan dengan sifat, maka kalimat seru hanya dibuat dari kalimat berita yang predikatnya berupa kata sifat. Cara membuatnya adalah dengan mengikuti kaidah berikut:

a.                   Balikan urutan kalimat dari S – P menjadi P – S.
b.                  Tambahkan partikel –nya pada P yang telah ditempatkan di muka.
c.                   Tambahkan di muka P kata seru alangkah atau bukan main.
Contoh:
-                      Pergaulan mereka bebas
-                      Bukan main bebasnya pergaulan mereka
5. Kalimat Empatik
            Kalimat empatik adalah kalimat yang memberikan penegasan khusus kepada subjek. Penegasan itu dilakukan dengan:
a.                   Menambahkan partikel –lah­ pada subjek, dan
b.                  Menambahkan kata sambung yang di belakang subjek.
Contoh:
1.                  Dialah yang memulai pertengkaran itu.
2.                                          Penduduk desa itulah yang akan mengadu ke DPR.








SUMBER

Ramlan, M. 2005. Sintaksis. Yogyakarta: Cv. Karyono

Arifin, Zaenal, dan Junaiyah. 2009. Sintaksis. Jakarta: Grasindo

Putrayasa, Ida Bagus. 2009. Kalimat Efektif: Diksi, Struktur, dan Logika. Bandung: Refika Aditama

Chaer, Abdul. 2009. Sintaksis Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses . Jakarta: Rineka Cipta

Kosasih, E. 2002. Kompetensi Ketatabahasaan: Cermat Berbahasa Indonesia. Bandung: Cv. Yrama Widya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar